Bioactive dalam Tahitian Noni : Iridoid

Kandungan Bioactive Dalam Produk Tahitian Noni : Iridoid

Suatu artikel dalam website berita Fox (http://www.foxnews.com/ h e a l t h / 2 0 1 1 / 0 9 / 1 8 / u s – d r u g -r e l at e d – d e at h s – o u t n u m b e r- t r a f f i c – fatalities/?test=latestnews) menyatakan bahwa jumlah kematian meningkat dua kali lipat dalam satu dekade terakhir dengan satu nyawa melayang setiap 14 menit.

Dari informasi tersebut, bisa kita simpulkan bahwa solusi kesehatan yang selama ini kita pilih memiliki efek samping yang sangat buruk. Saat ini dunia sedang mencari solusi kesehatan yang alami dan kandungan bioaktif dalam produk-produk Tahitian Noni sangatlah tepat untuk menjawab kebutuhan tersebut.

Komitmen Tahitian Noni untuk memberikan suatu solusi kesehatan tanpa efek samping yang buruk dibuktikan dengan beragam penelitian dan uji klinis terhadap manusia yang terus dilakukan. Selain itu, Tahitian Noni juga menjadi promotor International Iridoid Research Symposium (IIRS) yang menjadi wadah bagi para peneliti dan ilmuwan di seluruh dunia untuk memaparkan penemuan mereka mengenai Iridoid yang pada akhirnya akan mempercepat pengembangan produk.
Menindaklanjuti kegiatan IIRS yang diselenggarakan di kantor pusat TNI di Provo, Utah, Amerika Serikat pada bulan Agustus lalu, TNI Indonesia menggelar acara Meet The Noni Scientist pada bulan Oktober lalu.

Acara yang menghadirkan Brett West, Direktur dari Penelitian Manfaat Noni, dibagi menjadi 2 sesi yaitu Doctors and Scientists Gathering (khusus untuk para praktisi kesehatan dan peneliti) dan Tahitian Noni Juice Talk (untuk publik).

Dalam presentasinya di sesi Doctors and Scientists Gathering, Brett menjelaskan mengenai dua jenis iridoid yang banyak ditemukan di noni yaitu Deacetylasperulosidic Acid (DAA) dan Asperulosidic Acid (AA).
Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Brett West, kedua jenis iridoid ini memiliki kemampuan yang lebih kuat ketika diinkubasi dengan enzim beta glukosidase yang diproduksi di system pencernaan manusia.
Brett juga memaparkan efek anti-kanker dari Iridoid berdasarkan hasil penelitian dari seorang ilmuwan dari Seoul National University, Korea, Il-Moo Chang.

Penelitian Il-Moo Chang pada sel kanker prostat, kanker payudara, dan kanker sumsum tulang belakang menunjukkan bahwa Iridoid yang sudah di inkubasi oleh enzim beta glukosidase, jauh lebih efektif dalam menghalangi proses aktivasi protein STAT3 menjadi p-STAT3(Tyr705). p-STAT3(Tyr705) sangat berperan dalam proses perubahan sel sehat menjadi sel kanker dan dapat mencegah sel kanker untuk membunuh dirinya sendiri (apoptosis). Grafik penelitian tersebut juga menunjukkan hubungan antara dosis konsumsi dengan efektivitas iridoid dalam menekan aktivasi STAT3.
Dalam akhir presentasi Brett di sesi ini, beliau menyampaikan suatu penelitian yang sangat menarik dari Szolt Petendi, seorang doctor farmasi dari Hungaria. Beliau meneliti semut Argentina yang mengonsumsi tanaman yang mengandung Iridoid. Bagi semut Argentina ini, aktiftas Iridoid dalam tubuh mereka menciptakan suatu signal yang menandakan kehidupan. Empat puluh menit setelah semut Argentina mati, aktiftas Iridoid dalam tubuh mereka akan hilang dan ini menjadi pertanda bagi semut-semut lain bahwa semut tersebut sudah tidak bernyawa. Jadi bagi semut – semut ini, iridoid adalah penanda kehidupan.
Sedangkan dalam sesi Tahitian Noni Juice Talk, Brett menekankan kepada fungsi Tahitian Noni Juice sebagai adaptogen. Sebagai adaptogen, sebuah produk harus memiliki 3 karakter yaitu :

  1. Aman untuk dikonsumsi :
    Tahitian Noni Juice sudah dibuktikan terus-menerus melalui berbagai penelitian dan uji klinis terhadap manusia serta izin pemasaran dari banyak negara untuk produk produk Tahitian Noni Juice.
  2. Memiliki beragam manfaat kesehatan :
    anti-kanker, anti-diabetes, antiosteoporosis, anti-arthritis, perlindungan system saraf, anti-peradangan, penyembuhan luka, pencegahan pembentukan melanin, anti-alergi, dan masih banyak lagi.
  3. Menciptakan keseimbangan dalam tubuh :
    Brett memaparkan hasil penelitian mengenai efek penurunan kolesterol dari Tahitian Noni Juice. Pada umumnya, para perokok berat mengalami masalah kolesterol tinggi. Namun setelah mengonsumsi Tahitian Noni Juice, kolesterol mereka menjadi normal kembali. Namun ketika orang-orang dengan tingkat kolesterol yang sehat mengonsumsi produk Tahitian Noni Juice, kolesterol mereka tetap stabil (tidak terjadi efek penurunan kolesterol). Hal ini tidak bisa terjadi ketika kita mengonsumsi obat kimia, contohnya jika Anda memiliki masalah kolesterol tinggi dan mengonsumsi obat penurun kolesterol, maka kolesterol Anda akan menurun. Namun jika orang yang tidak memiliki masalah dengan kolesterol tinggi mengonsumsi obat tersebut, maka kolesterol mereka juga akan mengalami penurunan. ikan terus-menerus melalui berbagai penelitian dan uji klinis terhadap manusia serta izin pemasaran dari banyak negara untuk produkproduk Tahitian Noni Juice.

Selain itu, Brett juga menyampaikan bahwa terapi Tahitian Noni Juice bisa meningkatkan efektiftas dari terapi konvensional yang sudah awam digunakan untuk mengatasi masalah kesehatan tertentu. Beliau mencontohkan hasil penelitian terhadap orang-orang yang bermasalah dengan cervical spondylosis (arthritis pada leher). Uji coba produk ini dilakukan kepada 90 orang yang dibagi ke dalam 3 bagian, yaitu 30 orang yang hanya menjalani fsioterapi, 30 orang yang hanya mengonsumsi Tahitian Noni Juice 15ml dua kali sehari, dan 30 orang yang menjalani fsioterapi dan mengonsumsi Tahitian Noni Juice 15ml dua kali sehari.
Setelah 1 bulan, group yang menjalani terapi Tahitian Noni Juice dan konvensional merasakan perubahan
mobilitas gerakan leher yang jauh lebih signifkan dibandingkan group yang hanya menjalani terapi konvensional saja atau terapi Tahitian Noni Juice saja.
Salah satu efek dari Tahitian Noni Juice yang cukup mengagumkan adalah efek perlindungan DNA pada perokok berat. Tahitian Noni Juice mampu mengurangi kerusakan DNA sebesar 44,9% pada perokok berat, padahal pada saat
penelitian dilakukan orang-orang tersebut masih tetap merokok. Kadar radikal bebas dalam darah mereka juga mengalami penurunan antara15% hingga 30%.
Masalah kolesterol dan triglyceride yang seringkali dihadapi oleh para perokok berat juga teratasi oleh konsumsi produk Tahitian Noni Juice. Variasi hasil penelitian yang disampaikan oleh Brett West di 3 kota besar di Indonesia yaitu Jakarta, Surabaya, dan Medan, diharapkan akan mendidik para IPC mengenai konsep
bioaktif dan mempersiapkan IPC dalam memasuki era bioaktivisme yang akan menjadi landasan bisnis TNI kedepannya.
Be A Bioactivist ! Use It. Share It. Build It.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s