Info Agen | Manfaat Tahitian Noni | Surabaya

Manfaat Tahitian NONI menurut PENELITI | Sebagai Info Bagi Agen Surabaya

  • Noni Berfungsi sebagai Ansiolitik dan Sedatif (penenang, antistres) Melalui Mekanisme Kompetitif Ligan, yakni Efek Agonis melalui Pengikatan Reseptor Asam Gama-Amino Butirat (GABA?). Hasil uji in vitro memakai rdioligan (3H) memperlihatkan signifikasi aftinitas ekstrak buah noni terhadap reseptor GABA? (neurotransmiter inhibisi) sekuat 75% (S. Deng. Et al. Phytomedicine, 2007)
  • Tahitian Noni Surabaya - Uji Klinis 2memiliki Potensi Ergogenik (Anti-Lelah dan Meningkatkan Endurance), serta Meningkatkan Performance Fisik secara Keseluruhan. Hasil uji in vivo pada mencit tua yang diminumkan jus Noni deagn variasi peningkatan dosis (10, 20, 40 mL/kg berat badan) memperlihatkan rerata waktu (potensi ergogenik) yang lebih lama dibandingkan kontrol pada tes berenang (36% berbanding 45%) dan tes putaran roda (59% berbandung 128%) (S. Deng et al. Phytoter Rees, 2007).
  • memodulasi sistem imun melalui aktivitas reseptor kanabinoid-2 (CB2), mensupresi sitokin IL-4 dan meningkatka produksi IFN-y. Secara in vitro, Juice Tahitian Noni dan konsentrat Juice Tahitian Noni(1,5 mg/mL) berpotensi mengaktivasi reseptor CB2. Sedang secara in vivo, hewan coba yang diminumkan Juice Tahitian Noni selama 16 hari memperlihatkan penurunan produksi IL-4 dan peningkatan IFN-y (Afa K.H. et al. J Ethnopharmacol, 2008).
  • Tahitian Noni Surabaya. memiliki aktivitas fistoestrogenik, diantaranya ekstrak helsan puree noni dapat dimanfaatkan untuk terapi sulih hormon estradiol secara alami melalui reseptornya. Komponen yang berperan dalam mekanisme ini adalah CPx. Komponen ini dapat diidentifikasi memakai analisis spektral mencakup UV, 1H NMR, dan 13C- Pandent NMR (Westendort J. Et al. Intenational Congress and 54th Annual Meeting of Society For Medical Research, 2006).
  • Juice Noni memiliki Variabilitas Mineral yang berbeda dibandungkan 177 Merek Tahitian Noni JuiceKomersil berdasarkan Protokol Association of Official Analytical Chemists. Derajat variabilitas mencakup konsentrasi sembiilan mineral utama, diantaranya konsentrasi sebagai nutrisi minor. Secara umum Juice Tahitian Noni mmiliki profil nutrisi yang berbeda dibandingkan semua merek Juice Tahitian Nonikomersil seperti halnya yang dipublikasikan oleh Uni Eropa (Brett J.W. et al. Int J Food Sci Nutr, 2006).

    Agen Noni Surabaya WA/Hp.O821.3OO1.1945

  • Berdasarkan Analisis Kimia dan Uji Genotoksisitas Juice Tahitian Noni dinyatakan tidak memiliki Potensi Genotoksik dan Antraquoinin Gonotoksik. Analisis HPLC Juice Tahitian Noni memperlihatkan nilai antraquonin yang negatif, dengan sensitivitas <1 ppm. Flavoniod Juice Tahitian Nonisedikit memperlihatkan efek mutagenik. Sedangkan tikus yang ditritmen konsentrat Juice Tahitian Nonitidak memperlihatkan UDS pada hepatosit primer, DNA adduct, ataupun putusnya rantai DNA (Westendorf J. et al. J Agric Food Chem,2007).
  • Buah Noni Tahiti. memiliki Efek Antiproliferatif Sel Tumor secara Selektif. Uji MTT memperlihatkan aktivitas sitotoksisitas ekstrak metanol Noni Tahiti. dengan median konsentrasi letal (LC50) terhadap sel ginjal hamster bayi (BHK), sel ginjal monyet hijau Afrika (Vero), dan karsinoma laring manusia (Hep2) berturut-turut 2.5, 3 dan 5 mg/mL. Sedangkan konsentrasi 0,1 mg/mL ekstrak mentahnya sudah memperlihatkan aktivitas sitotoksisitas terhadap sel kanker payudara (MCF7) dan neuroblastoma (LAN5) berturut-turut sekuat 29% dan 36% (Arponsuwan et al. Phytother Res, 2006).
  • Noni Tahiti. memiliki Potensi Terapeutik untuk Kandidiasis dan Aspergilosis. Ekstrak cair Noni Tahiti. dapat mempengaruhi konversi morfologi Candida albcans dari bentuk yeast menjadi filamentosa di dalam serum serta menginhibisi germinasi spora Aspergillus nidulans (Banerjee et al. Am J Chin Med, 2006).
  • Polisakarida-ppt (noni-ppt) yang terkandung dalam Juice Tahitian Noni buah Noni Tahiti. memiliki Aktivitas Anti-Tumor. Secara in vivo. Mencit yang diduksi tumor lalu ditritmen dengan noni-ppt mensupresi pertumbuhan tumor melalui aktivasi sistem imun host. Selain itu, noni-ppt mampu menstimulasi penglepasan sejumlah sitokin dari sel-sel imun. Efek kuratif dan peningkatan survival time melalui pemberian noni-ppt –sebagai agen suplemen tritmen kanker akan lebih efektif bila dikombinasikan dengan agen kemoterapi dalam dosis suboptimal (Hirazumi Anne et al. Phytoter Res, 1999).
  • Damnakantal yang bersumber dari Noni Tahiti. dapat Menstimulasi Apoptosis (kematian sel) pada sel fibroblas manusia Uvr-1 melalui inhibitor tirosin kinase. Sel-sel kanker yang ditritmen damnakantal memperlihatkan apotosis dan fragmentasi DNA yang lebih banyak bila dikombinasikan dengan radiadi ultraviolet (Hiwasa et al. Federation of European Biochemical Societies Letters, 1999).
  • Aktivitas Anti-Tumor Etanol (noni-ppt) Noni Tahiti. terhadap mencit singenik yang diimplantasi Karsinoma Paru tidak bersifat toksik secara langsung. Akan tetapi, memperkuat sistem imun terlebih dulu, terutama melibatkan makrofag dan limfosit (Hirazumi A. Et al proceeding of The Western Pharmacology Society, 1994)
  • Buah Noni Tahiti. dapat dijadikan Anti-Inflamasi dan Konstituen Kemo-Preventif potensial terhadap kanker. Antraquinon, ester asam lemak sakatida, glikosida iridoida dan glikosa flavanol yang bersumber dari Noni Tahiti., dapat ,enginhibisi aktivitas inflamasi 12-O-tetradekanoilforbol-1 3-astetat (TPA) (1 microg/telinga) pada mencit. Khusus untuk ester asam lemak sakarida sangat kuat sebagai anti-inflamasi dengan nilai ID50 0,46-0,79 per telinga. Selain itu, semua komponen tersebut mampu melawan aktivasi antigen dini virus Epstein-Barr (EBV-EA) yang diinduksi oleh TPA secara moderat dengan nilai IC50 mencapai 386-578 mol rasio/32 pmol TPA (Akihisa et al. J Nat Prod, 2007).
  • Noni Tahiti. dapat menginhibisi Inisiasi Angiogenik dan Mendestruksi Jaringan Vaskuler Mmanusia yang baru dalam Konteks Angiogenesis Patologis. Noni dalam konsentrasi 5% (vol/vol) sangat efektif guna menghambat inisiasi knucup pembuluh darah baru dari eksplan vena plasenta, serta efektif mengurangi kecepatan pertumbuhan dari proliferasi perkembangan kuncup kapiler. Sedangkan noni dengan konsentrasi 10% di dalam media pertumbuhan mampu menginduksi degenerasu dan apotosis jaringan kapiler selama beberapa hari aplikasi. Konsentrasi tersebut juga efektif menghambat inisiasi kapiler eksplan tumor payudara manusia, ditandai degenarasi pembuluh selama 2-3 hari (Conrad et al. Angiogenesis, 2003)
  • Novel glikosida yang diekstraksi dari Juice Tahitian Noni buah Noni Tahiti. efektif mensupresi transformasi sel pada kasus kanker. Diantaranya glikosida dapat menginhibisi transaktivasi AP-1 dan transformasi sel pada klutur sel tikus epidermal JB6 (Liu et al. Cancer Research, 2001).
  • Noni Tahiti Surabaya. signifikan Mereduksi Kadar Gula Darah dan Berperan dalam Aktivitas Penyembuhan Luka Kasus Diabetes. Secara in vivo, tikus yang diminumkan Juice Tahitian Noni Noni Tahiti. (100 mL/kg berat badan) selama 10 hari memperlihatkan pengecilan area luka (model luka eksisi) sebesar 73% dibandungkan kontrol. Dintandai peningkatan signifikan berat jaringan granulasi dan isi hidroksiplin, serta pembentukan kolagen lebih cepat dibandingkan dibandingkan kontrol. Sedangkan nilai glukosa puasa tikus kelompok diabetes berkurang 29% dibandingkan kontrol (Nayak et al. J Wound Care, 2007).
  • Ekstrak kloroform Juice Tahitian Noni Tahiti memiliki properti peyembuhan luka. Aplikasi topikal ekstrak buah Morinda dengan konsentrasi 20 mg/mL dapat mengakselerasi penyembuhan luka pada tikus dibandingkan kontrol. Kontraksi luka terbentuk secara lengap, dan rambut segar mulai tumbuh di area luka pada hari ke- 15 pasca tritmen Morinda (Mathiavanan et al. J Med Food, 2006).
  • Fraksi Heksan Noni Tahiti. memiliki aktivitas antituberkular. Konstituen heksan yang berperan adalah E-fitol, campuran dua ketosteroid, dan epidioksisterol dari kampesta-5,7 ,22-trien-3-ol (Saludes et al. Phytother Res, 2002).
  • Ekstrak Noni Tahiti. secara in vitro memilki Aktivitas Antiviral, Antifungal, Anti Bakterial, serta aktivitas Anti Komplemen. Penelitian ini memperkuat manfaat anti-infeksi Noni Tahiti. yang secara tradisional diyakini oleh bangsa Polinesia (Locher et al. Journal of Ethnopharmacology, 1995).
  • Ekstrak buah Noni Tahiti. memiliki Aktivitas Anti-Oksidatif. Berdasarkan pengukuran metode terat tiosianat (FTC) dan uji asam tiobarbiturat (TBA), komponen nonpolar Noni Tahiti. signifikan memliki aktivasi antioksidatif (Zin et al. Journal of Food Chemistry, 2002).
  • Ekstrak Juice Tahitian Noni Tahiti signifikan Meneutralisir Lipid Peroksidase pada Membran Sperma dengan Cara Mempertahankan Perlawanan Terhadap Oksidasi, dan Proteksi terhadap Struktur serta Fungsi Membran Sperma. Sperma dengan fungsi fisiologis normal diperoleh melalui teknik sentrifugasi, sedangkan ROS diperoleh dari hiposantin-sanzin-sanzin (HX-XO). Analisis injuri lipid peroksida dan fungsi membran sperma memakai hypoosmoticswelling (HOS) memperlihatkan ekstrak Morinda (0. 125, 0.25, 0.5 g x M( [-1]) dapat meningkatkan vitalitas SOD pada suspensi sperma, dan mereduksi kandungan MDA dibandingkan vitamin X. Mekanisme ini dapat diaplikasikan untuk mentritmen infertilitas dan astenospermia pada kaum pria (Yang et al. Zhongguo Yao Za Zhi, 2006).
  • Aktivitas Noni Tahiti. untuk Membersihkan Super-Oksida Oksigen dinilai tinggi, ditandai dengan penurunan mikromol potalisium sianida mencapai 1,66 ± -1,22 dalam 1 g aneka jaringan terdehidrasi. Analisis kromatografi dan spektrofotometri memperlihatkan komponen antioksidan yang diduga termasuk famili glikosida dan polifenol (Calzuola et al. Int J Food Sci Nutr, 2006).
  • Juice Tahitian Noni Tahiti. berfungsi sebagai irigant endodontik yang efektivitasnya setara sodium hipoklorat (NaOCI). Penelitian pemakai geligi premolar manusia yang diinokulasi dengan Entercoccus faecalis pada suhu 37 °C di dalam CO2 selama 30 hari. Hasil scanning mikroskop elektron memperlihatkan efektivitas penghilangan lapisan smear pada geligi yang ditritmen Juice Tahitian Noni Noni Tahiti. dibandingkan klorheksidin glukonat (CHX) atau setara NaOCI (Murray et al. J Endod, 2008).
  • Juice Tahitian Noni Tahiti. dapat Menghambat Pengosongan Lambung melalui Mekanisme Stimulasi CCK dan Aktivasi Rreseptor CCK1. Penelitian in vivo memakai tikus jantan mempengaruhi motilitas gastrointestinal setelah dipuasakan sepanjang malam (Pu et al. Chinese Journal of Physiology, 2004).
  • Noni Tahiti. secara Klinik dapat Memperlama Survival Ppasien Kanker dengan cara Meningkatkan Respon Immun. Studi kasus terhadap dua laporan klinik dilakukan melalui wawancara, pengecekan catatan medis dan melalui pengamatan slidei patologi. Hasilnya Noni Tahiti. dianggap penting sebagai adjuvant imunoterapi untuk kadus-kasus kanker (Desmond. Hawaii Medical Journal, 2004).
  • Buah Noni Tahiti. dar Tahiti aktivitas Enzimatik Lipoksigenase. Komponen utamanya adalah Lignan, Pinoresinol, Bisdemetilpinoresinol, Quersetin, Kaemferol, Skopoletin, Isoskopoletin, dan Vanilin; semua fiftokimia tersebut dapat menginhibisi 5-LOX dan 15-LOX dengan IC50 sekitar 0,43 hingga 16,5 µM, khusus untuk quersetin memperlihatkan linhibisi lemah terhadap aktivitas enzimatik COX-2 (Deng et al. J Nat Prod, 2007).
  • Setiap produk Noni Tahiti. memilki Perbedaan Komposisi Berdasarkan Hasil Identifikasi Marker TLC dan Konstituen HPLC-MS. Siginifikasi perbedaan diperlihatkan pada matker TLC 3-metil-1,3-butanediol dan konstituen HPLC-MS mencakup glukosida iridoida, skopoletin, rutin, asam lemak glukosida, antraquinon, noniosida B dan C (Potterat et al. J Agric Food Chem, 2007).
  • Tahitian Noni emproteksi Liver dari Berbagai Kerusakan akibat Substansi Toksik. Beberapa bantahan ilmiah terhadap laporan publikasi kasus Hepatitis Akut yang diduga akibat mengkonsumsi Juice Tahitian Noni noni: (1) laporan tidak disertai uji paparan ulang untuk mengkonfirmasi toksisitas; (2) laporan tidak disertai data peningkatan enzim liver, padahal secara in vivo Juice Tahitian Noniterbukti memproteksi liver tikus; (3) potulat penyebab toksisitas liver adalah antraquinon, padahal Juice Tahitian Nonisebagai novel food telah dinyatakan terbebas dari antraquinon oleh Uni Eropa tahun 2003; (4) Departemen Kesehatan dan Keselamatan Austria telah melakukan analisis independen dengan kesimpulan bahwa Juice Tahitian Nonitidak menyebabkan efek toksik terhadap liver; dan (5) uji klinik terhadap 96 relawan yang minum Juice Tahitian Noni sebanyak 750 mL/hari hasil analisis kimia darahnya tidak memperlihatkan abnormalitas enzim liver (Jensen C.J et al. J Gastroenetology & Hepatology, 2006).
  • Ekstrak buah Noni Tahiti.dapat dimanfaatkan untuk Mentritmen Penyakit Infeksi dan Tumor. Penelitian in vitro dilakukan terhadap 15 Spesies Bakteri dan 9 Spesies Jjamur. Aktivitas antibakterial ekstrak metanol Noni Tahiti. signifikan menginhibisi bakteri gram positif dan gram negatif. Inhibisi terkuat terjadi pada Salmonella paratyphy A mencapai 27 mm. Sedangkan aktivitas antifungal ekstrak metanol Noni Tahiti. signifikan menginhibisi pertumbuhan misel semua jenis jamur, dengan presentasi terbesar terjadi pada Trychophyton mentagrophytes (79,3%). Aktivitas antitumor ekstrak metanol Noni Tahiti. diperlihatkan dengan signifikasi inhibisi terhadap sel-sel Hep2 (50%) dengan pengenceran 1: 8 (Jayaraman et al. International Journal of Integrative Biology, 2008).
  • Pendinginan direkomendasikan sebagai Cara Penyimpanan Juice Tahitian Noni Noni Tahiti. Aagar Properti anti-Oksidannya dapat Dipertahankan. Aktivitas pembersihan radikal bebas (RSA) Juice Tahitian Noni Noni Tahiti. dengan antioksidan 1,1-difenil-2-pikrihidrazi l (DPPH) di dalam 140 mg asam askorba/100 mL dan total fenol do dalam asam galat/100 mL berkurang akibat fermentasi selama 3 bulan (90%), dehidrasi dengan suhu 20 °C (20%), dan pendinginan pada suhu – 18 s.d 4 °C (10%) (Yang et al. J Food Chemistry, 2007).
  • Buah Noni Tahiti. berfungsi sebagai imunomodulator atau alternatif antibiotik nenatal. Penelitian in vivo memakai uji bakterisida pada lembu neonatal yang diminumkan puree Noni Tahiti. sebanyak 25 mL dua kali dalam sehari (pengganti susu) memperlihatkan signifikasi efek letal terhadap Escherichia coli dan Staphylococcus epidermidis pada hari ke-14 dibandingkan kontrol (Schafer et al. 2007).
  • Ekstrak Noni Tahiti. signifikan memiliki aktivitas scavanging terhadap NO. Penelitian in vitro memperlihatkan Noni Tahiti. berada pada peringkat tiga aktivitas scavanging diantara 17 tanaman lainnya. Plantamedika ini dapat dijadikan novel agen terapeutik untuk berbagai kondisi patologis akibat pembentukan NO berlebihan atau produk oksidasi peroksinitrit (Jagetia et al. J Medical Food, 2004).
  • Ekstrak buah Noni Tahiti. Dapat Mencegah Aterosklerosis melalui Mekanisme Inhibisi Oksidasi Lipoprotein. Antioksiden kelompok fenol hidroklasi berperan dalam menginhibisi oksidasi LDL oleh tembaga dengan kekuatan 88% dan 96%. Komponen novel yang berhasil diisolasi diantaranya asam amerikanoat A dan morindolin (Kamiya et al. J Agric Food Chemistry, 2004).
  • Ekstrak cairan Noni Tahiti. Memiliki Efek Aanti-Iinflamasi Tanpa Memicu Efek Toksik secara Akut ataupun Kronik. Penelitian in vivo dengan model inflamasi injeksi carrageenan (1%) memperlihatkan inhibisi inflamasi lengkap (volume eema) pada tungkal tikus yang ditritmen ekstrak Noni Tahiti. (200 mg, ip). Selain itu tikus yang diminumkan ekstrak Noni Tahiti. (200 mg) memperlihatkan respon inhibisi terhadap inflamasi yang diinduks bradikinin (Mc Koy et al. Pharmacol Soc, 2002).

Untuk pemBelian Tahitian Noni® di Surabaya | WA/HP. O821.3OO1.1945 | Pesan melalui Agen Tahitian Noni SURABAYA

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s